Handphone yang Sunyi

Ketika ada yang memanggil lagi. Ia tak perlu mengintip. Ia sudah kenal gaya dan getar nadanya. Maka ia hanya kirim sebuah pesan. ‘Maaf saya sedang sunyi. Cobalah beberapa saat lagi.’

Selasa, 24 Agustus 2010

Koruptor

In my country, it is very pleasant to be corruptors.
Even the president gives them privileges.
What about in yours?
Diposkan oleh Andi Tafader di 09:41

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)

Tentang Aku

Andi Tafader
Jakarta, Indonesia.

Jika Kau Bertanya
Tentang Aku
Aku telah menjadi sepi
di celah-celah paragraf
yang kukira puisi.
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2011 (1)
    • ►  Februari (1)
      • Kadang Aku Ingin
  • ▼  2010 (8)
    • ►  Desember (2)
      • A Whisper
      • Nice Nightmare
    • ►  September (3)
      • Dalam Hening Selokan Puisi
      • Ini Luka Siapa?
      • Kedatangan dan Kepergian
    • ▼  Agustus (3)
      • A Prayer
      • Public Lies
      • Koruptor
  • ►  2009 (5)
    • ►  Desember (1)
      • Selamat Tidur Gus Dur
    • ►  November (4)
      • Soneta Ada yang Lebih Tanya
      • Sumpah Sampah
      • Smile, Pakistan!
      • Kamirindupusing!
  • ►  2008 (6)
    • ►  November (1)
      • Puisi Bang Dino Umahuk
    • ►  Oktober (1)
      • Missed Call
    • ►  September (4)
      • Handphone di Bulan Puasa
      • Kabar dari Handphone
      • Di Handphoneku Tak Ada Pagar
      • Dalam Handphone, Ia Bertemu Tuhan
Template Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.