--bagi yang merasa sudah di surga
Kadang ingin
menjauh darimu
karena kau
telah mampu menyamai
bahkan melebihi Aku
Kadang ingin
membiarkan kau begitu
agar Kutahu
bagaimana kau berbuat
menghindarkan tubuh
tak jadi tanah
Tapi maaf
Aku tak bisa mengabulkan
sebab kau pasti semena-mena
sedang Aku masih di sini
kau sudah begitu liar
mengingkari garis-Ku
Maka maaf
sebelum kau tak terkendali
menyeru nama-Ku dengan cabul
Kuingatkan padamu
betapa perihnya luka
kaubuat pada sesama
Biar kau turut juga
merasakan pedihnya
lewat tangan terdzolimi
lewat pisaumu sendiri
Sebab Aku
sungguh Maha adil
Maha adil.
2011
Handphone yang Sunyi
Ketika ada yang memanggil lagi. Ia tak perlu mengintip. Ia sudah kenal gaya dan getar nadanya. Maka ia hanya kirim sebuah pesan. ‘Maaf saya sedang sunyi. Cobalah beberapa saat lagi.’
Selasa, 22 Februari 2011
Rabu, 08 Desember 2010
A Whisper
"My yellow leaves,
please leave me a mellow hello
when it's time to leave",
said the tree trying
not to free a cry.
please leave me a mellow hello
when it's time to leave",
said the tree trying
not to free a cry.
Nice Nightmare
she is single
she is beautiful
and she wants me
the one and only problem is that
she is very shy
she only will approach me
when i have slept
and when i'm awake
she will have vanished.
she is beautiful
and she wants me
the one and only problem is that
she is very shy
she only will approach me
when i have slept
and when i'm awake
she will have vanished.
Rabu, 15 September 2010
Dalam Hening Selokan Puisi
Dalam Hening Selokan Puisi
Dalam hening selokan puisi
tubuhku meradang
memanggil-manggil dingin mata
di balik selimut hitam
yang terlalu sibuk mendengar
petuah mimpi-mimpi
yang terus datang
dengan hangat jemari
Dalam hening selokan puisi
kuteguk juga ini coklat
agar nafas masih mengepul
hingga ke celah-celah istana
di mana para koki sedang sibuk
menyiapkan pesta
sebelum remajanya
ditelan pergantian fase
Dalam hening selokan puisi
aku meraba-raba arah
menuju tangan muara
yang pernah mengutukku
menjadi tetes hujan
di hulu selokan ini.
2010
Dalam hening selokan puisi
tubuhku meradang
memanggil-manggil dingin mata
di balik selimut hitam
yang terlalu sibuk mendengar
petuah mimpi-mimpi
yang terus datang
dengan hangat jemari
Dalam hening selokan puisi
kuteguk juga ini coklat
agar nafas masih mengepul
hingga ke celah-celah istana
di mana para koki sedang sibuk
menyiapkan pesta
sebelum remajanya
ditelan pergantian fase
Dalam hening selokan puisi
aku meraba-raba arah
menuju tangan muara
yang pernah mengutukku
menjadi tetes hujan
di hulu selokan ini.
2010
Ini Luka Siapa?
ini luka siapa menghambur tanpa arah
di jalan-jalan memacetkan laju konvoi
kendaraan yang kian padat
supir dan penumpang dahaga
saling berebut minum di atasnya
hingga kian nganga kian segar
ini luka siapa menebar wangi
di kelopak-kelopak bunga
tanpa henti mengundang
kumbang dan burung
berburu madu di mekarnya
hingga gegas berbuah dan matang
sebelum masanya
ini luka siapa tumpah di lantai
sekolah-sekolah
anak-anak belajar akrab
pada merah perih
sambil menggambar
putih hari esok
sekolah dengan guru-guru
terburu-buru
ini luka siapa jadi seprei di meja hakim
ketukan palu tak mampu
menyentuh dada
sebab begitu tebal lapisan luka
lahir dari mata itu mata perut
mata kelamin mata mata
ini luka siapa tercegat di lepas lampu merah
lalu seseorang mengambil sedikit merahnya
dan membiarkan ia berlalu makin luka
dua minggu lagi
luka matang sempurna
ini luka siapa menyesaki udara
hidung siapa masih berdenyut
kaki siapa terus menari
campur aduk jadi luka siapa
ini luka siapa pura-pura arus
di larik-larik air membasahi warna
bibir penyair penulis luka
penulis luka.
2010
di jalan-jalan memacetkan laju konvoi
kendaraan yang kian padat
supir dan penumpang dahaga
saling berebut minum di atasnya
hingga kian nganga kian segar
ini luka siapa menebar wangi
di kelopak-kelopak bunga
tanpa henti mengundang
kumbang dan burung
berburu madu di mekarnya
hingga gegas berbuah dan matang
sebelum masanya
ini luka siapa tumpah di lantai
sekolah-sekolah
anak-anak belajar akrab
pada merah perih
sambil menggambar
putih hari esok
sekolah dengan guru-guru
terburu-buru
ini luka siapa jadi seprei di meja hakim
ketukan palu tak mampu
menyentuh dada
sebab begitu tebal lapisan luka
lahir dari mata itu mata perut
mata kelamin mata mata
ini luka siapa tercegat di lepas lampu merah
lalu seseorang mengambil sedikit merahnya
dan membiarkan ia berlalu makin luka
dua minggu lagi
luka matang sempurna
ini luka siapa menyesaki udara
hidung siapa masih berdenyut
kaki siapa terus menari
campur aduk jadi luka siapa
ini luka siapa pura-pura arus
di larik-larik air membasahi warna
bibir penyair penulis luka
penulis luka.
2010
Kedatangan dan Kepergian
Kedatangan
Ada sayap embun hinggap di pelupuk
mendengar kedatangan bulan mulia
tiba-tiba seluruh kota begitu khusyuk
melafalkan air mata.
Kepergian
Ada kampung di kepala
dikepung sanak saudara
setelah setahun gerilya
keringat dan debu jalanan kota
tiba-tiba kampung begitu kota
melafalkan tawa yang nyata.
Jakarta, 2010
Ada sayap embun hinggap di pelupuk
mendengar kedatangan bulan mulia
tiba-tiba seluruh kota begitu khusyuk
melafalkan air mata.
Kepergian
Ada kampung di kepala
dikepung sanak saudara
setelah setahun gerilya
keringat dan debu jalanan kota
tiba-tiba kampung begitu kota
melafalkan tawa yang nyata.
Jakarta, 2010
Senin, 30 Agustus 2010
A Prayer
I wish the corruptors
change into goats or cows
so there will be right places
to try the sharp of the knives.
change into goats or cows
so there will be right places
to try the sharp of the knives.
Langgan:
Entri (Atom)