Rabu, 17 September 2008

Dalam Handphone, Ia Bertemu Tuhan

Tuan Penyair meminta Tuhan menelponnya. Tuhan menjawab: Bagaimana Aku menelponmu. Sedang nomormu sudah expired. Ia baru tersadar. Sebulan ini tak ada yang menelponnya. Ia juga tak menghubungi sesiapa. Ia takut pulsanya cepat habis di siang hari. Ia tunggu sampai larut malam. Sambil browsing dan minum kopi. Agar bisa chatting sepuas-puasnya. Tapi menjelang waktu gratis itu, matanya tak bisa lagi kompromi. Ia rebah ke dalam mimpi. Ia bertemu Tuhan dan bertanya.

Tuhan mengapa Kau tak pernah menelponku. Aku rindu suara-Mu. Aku kangen rayuan-Mu. Tuhan menjawab: Bangunlah. Basuhlah matamu. Aku selalu menelponmu. Tapi handphonemu terlalu sibuk dengan game dan audio-visual biru. Dan kau tak pernah memasang anti virus. Virus yang menghalangi panggilan-Ku. Bangunlah. Aku sekarang di depanmu. Kita chatting saja. Maukah kau meluangkan sedikit waktumu? (17 Sep 2008)

Tidak ada komentar: